RESEARCH GROUP BIOPEPTIDA, PERANGKAT DETEKSI MEDIS dan VAKSIN
Ditulis pada tanggal 25 January 2020, oleh Dyah Kinasih Wuragil, pada kategori Berita, Kegiatan

Ketua RG Biodet Vaksin sebagai salah satu Tim Pengembangan Vaksin ASF, menghadiri Koordinasi Tim Pengembang Vaksin ASF di Pusat Veteriner Farma Surabaya, 23-24 Januari 2020.  African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika merupakan penyakit yang sangat menular pada babi dan mampu mengakibatkan kematian 100%. Penyakit ASF dapat menyebar dengan cepat sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Penyakit ASF diakibatkan oleh virus ASF, virus ini memiliki ketahanan hidup di lingkungan serta relatif tahan terhadap disinfektan.

Kasus ASF telah merebak di beberapa negara Asia. Kematian babi akibat ASF dilaporkan mencapai 20% di Filipina. Di Indonesia, kasus ASF merebak di Sumatra Utara pada akhir 2019, terdapat 16 kabupaten/kota ditemukan penyakit ini. Untuk mengatasi dan mencegah perkembangan ASF, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Kementerian Pertanian melakukan berbagai tindakan salah satunya dengan mengumpulkan para pakar kesehatan hewan Indonesia untuk mengembangkan Vaksin ASF.

Prof. Dr. drh. Aulanni’am, DES sebagai salah satu ahli yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai Tim Pakar Pengembangan Vaksin ASF melaksanakan pertemuan koordinasi terkait tindak lanjut menyiapkan vaksin ASF untuk mencegah terjadinya wabah ASF baik di Sumatra Utara maupun di daerah lain di Indonesia. Tim Pakar memberi arahan dan masukan serta pendampingan kepada Tim Pelaksana dalam Penyiapan Vaksin ASF.

Tim Pakar merupakan gabungan ahli dari perguruan tinggi yang telah lama menekuni penelitian berbasis, virus vaksin dan rekayasa genetika dengan tugas umum untuk memberikan masukan teknis dalam proses pengembangan Vaksin ASF rekombinan baik di laboratorium maupun di lapangan sesuai kepakarannya masing-masing. Tim Pelaksana terdiri dari Kepala Pusat Veteriner Farma, Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar, Kepala Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan serta Kepala Balai Veteriner Medan. Penugasan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Penugasan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI No. 11107/PK.320/F/12/2019 tentang Pengembangan Vaksin ASF Rekombinan.

 

Back to top