RESEARCH GROUP BIOPEPTIDA, PERANGKAT DETEKSI MEDIS dan VAKSIN
Ditulis pada tanggal 1 April 2021, oleh Dyah Kinasih Wuragil, pada kategori Berita

Lima Karya Inovator UB Masuk Program Inovasi Indonesia 2020 | Prasetya UB » Prasetya UB

Universitas Brawijaya berhasil menciptakan rapid test TPO dan TSHR. Karya ini berhasil menjadi salah satu inovasi terbaik Indonesia 2020. Rapid test TPO dan TSHR merupakan inovasi yang dibuat oleh Prof. Dr. Aulanni’am drh, DES (Guru Besar F.MIPA) bersama timnya.

Rapid test ini diperuntukkan bagi ibu hamil yang menderita penyakit tiroid autoimun. Kondisi ibu hamil ini dapat mengakibatkan banyaknya kejadian kelahiran bayi yang kurang sehat, seperti berat badan lahir rendah,  tumbuh kerdil (Stunting) serta penurunan mental. Hal ini terjadi akibat dari keterlambatan diagnosis oleh dokter dan penanganan secara cepat dan tepat. Semakin cepat terdeteksi dan penanganan maka diharapkan dapat mencegah kondisi kelahiran bayi yang tidak sehat. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan produksi rapid test TPO dan TSHR ini.

Peningkatan prevalensi penyakit tiroid autoimun adalah kondisi lingkungan yang menyebabkan interaksi gen yang rentan. Gen tersebut mengatur respons imun serta antibodi dan gen yang mengkode autoantigen sasaran seperti tiroglobulin, thyroid stimulating hormone receptor (TSHR) dan tiroid peroksidase (TPO). Tiroid peroksidase membantu meningkatkan pembentukan hormon T3/T4. Dengan kata lain, biomarker TPO dapat digunakan sebagai penanda dini progressifitas penyakit tiroid autoimun. Pemeriksaan TPO dan TSHR biasanya hanya dapat dilakukan di laboratorium dengan fasilitas lengkap dan membutuhkan biaya yang mahal. Sehingga inovasi rapid test TPO dan TSHR ini dapat menjadi solusi.

Prof Aulanni’am mengungkapkan bahwa rapid test TPO dan TSHR telah melalui tahap scientific discovery, invensi dan inovasi untuk menjadi produk yang siap digunakan di masyarakat luas. Selain itu dikatakan bahwa penggunaan sangat mudah tanpa peralatan canggih hanya dengan menggunakan serum serta waktu proses yang cepat.

Penelitian ini telah sampai pada tahap uji penentuan kosentrasi antigen yang digunakan serta uji stabilitas protein rekombinan yang dilapiskan pada membran. Akan tetapi, rapid test TPO dan TSHR ini belum bisa diproduksi masal karena masih ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Tahap selanjutnya yang harus dilakuakan, yaitu uji formulasi bahan reagent, nano gold particle dan goad anti-mouse sebagai line. Hasil prototipe yang diperoleh selanjutnya akan dilakukan uji klinis pada sampel pasien.

Back to top